Kenali Tipe Kepribadian Introvert dari Ciri-cirinya berikut

trusbertumbuh

 

ilustrasi introvert

Kenali Tipe Kepribadian Introvert dari Ciri-cirinya berikut

Kenali Tipe Kepribadian Introvert dari Ciri-cirinya berikut Introvert merupakan salah satu tipe kepribadian selain ekstrovert. Orang dengan kepribadian ini cenderung fokus pada pikiran, perasaan, dan suasana hati yang berasal dari dalam diri sendiri.

Yuk, cari tahu lebih dalam tentang kepribadian yang satu ini!

 

Pengertian Introvert?

Introvert adalah sebuah tipe kepribadian yang sering disalahartikan sebagai pemalu. Padahal, introvert dan pemalu tidaklah sama.

Orang yang pemalu cenderung merasa khawatir dan tidak nyaman ketika berada dalam situasi sosial tertentu, khususnya bila harus berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya.

Para ahli menggolongkan sikap pemalu sebagai salah satu bagian dari gangguan mental. Gangguan ini termasuk ke dalam gangguan kecemasan sosial meski masih tergolong ringan.

Sementara itu, orang introvert lebih suka menyendiri untuk mengumpulkan energinya. Namun, mereka sebenarnya tidak ada masalah bila harus berada dalam situasi sosial.

Introvert adalah tipe kepribadian yang bertolak belakang dengan ekstrovert. Sebenarnya setiap orang memiliki unsur introvert dan ekstrovert pada diri masing-masing.

Akan tetapi, ada yang lebih didominasi oleh kepribadian introvert dan ada yang lebih didominasi dengan karakteristrik ekstrovert.

Mengetahui apakah diri Anda termasuk introvert maupun ekstrovert bisa dibilang cukup penting.

Selain lebih bisa mengenal diri sendiri, hal ini juga membantu Anda dalam memperoleh dan memusatkan energi dengan cara yang tepat dan efektif.

Kenali Tipe Kepribadian Introvert dari Ciri-cirinya berikut

Ciri-ciri orang introvert

Pada dasarnya introversion bukan gangguan mental yang kriterianya dijelaskan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

Meski begitu, cobalah untuk melihat ciri-ciri berikut ini untuk mengetahui apakah diri Anda merupakan seorang introvert atau bukan.

Lebih sadar akan dirinya sendiri

Orang introvert sering menyelami pikiran dan perasaannya. Hal ini membuat mereka bisa lebih banyak belajar mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan dirinya.

Mereka senang bila bisa mencoba berbagai hobi dan mengetahui mana yang lebih disukainya. Selain itu, mereka juga senang memikirkan hidup yang sedang dan akan dijalani.

Ada pula yang senang membaca buku-buku ataupun menonton film yang berkaitan dan terasa dekat untuk refleksi diri.

Pelajari selengkapnya mengenai introvert

Lebih senang menghabiskan waktu sendiri

Kebahagiaan orang introvert lebih sering diperoleh ketika menghabiskan waktu sendiri. Bahkan, tidak jarang orang lain mengira Anda sebagai orang yang antisosial dan tidak menyenangkan.

Melakukan yang disukai seorang diri merupakan momen yang paling menyenangkan. Hal ini juga dapat membantu “mengisi ulang” energi positif dalam diri Anda.

Akan tetapi, bukan berarti orang dengan kepribadian introvert akan menyendiri seharian penuh. Anda juga senang menghabiskan waktu untuk berinteraksi dengan orang terdekat, seperti teman dan keluarga.


Teman sedikit, tetapi berkualitas

Karakteristik introvert yang sering banyak orang salah artikan yakni tidak suka bergaul dan tidak punya teman dekat. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Meski jumlah teman Anda tidak sebanyak orang lain, misalnya satu atau dua orang saja, pertemanan yang dimiliki cenderung sangat berkualitas.

Pasalnya, orang dengan kepribadian ini akan menjaga dan merawat pertemanannya dengan baik.


Belajar dengan cara observasi

Apabila orang ekstrovert lebih suka belajar sambil praktik langsung, Anda yang memiliki kepribadian sebaliknya lebih suka melakukan observasi terlebih dahulu.

Oleh sebab itu, Anda cenderung mempelajari segala hal dulu sebelum mempraktikkannya secara langsung.

Bahkan, Anda mungkin perlu melihat orang lain melakukan sesuatu dulu sampai berulang kali sampai merasa yakin dapat meniru atau melakukannya sendiri. Kenali Tipe Kepribadian Introvert dari Ciri-cirinya berikut.


Baca Juga : Watak Orang Introvert



 

Beberapa tips mengasuh anak yang punya karakter keras kepala | trusbertumbuh

trusbertumbuh

ilustrasi pengasuhan mom dan anak

Kata keras kepala, merupakan sebuah ungkapan bagi seseorang yang berprilaku tidak mau menurut nasihat orang; tegar tengkuk; kepala batu (secara bahasa itu pengertianya).


Pertama memiliki buah hati, tentu menjadi tantangan serta anugerah tersendiri bagi parents nih, meski demikian ada banyak hal yang mesti dilakukan saat anak ternyata memiliki karakter yang berbeda, nah hal tsb jelas merupakan karunia saja. Terlebih denganya parents lebih bijak dalam hal mengasuh serta berikan tips agar perlahan karakter tersebut bisa segera diatasi.

Memang setiap anak memiliki karakter yang unik. Itulah sebabnya mereka cenderung membutuhkan pola pengasuhan yang berbeda sesuai dengan karakternya. Salah satu sifat anak yang kerap menjadi momok bagi sebagian orang tua adalah keras kepala.

Ya Moms, anak yang keras kepala sering kali sulit diatur dan suka bertindak semaunya. Namun bukan berarti sifat tersebut sepenuhnya buruk. Anak keras kepala sering kali lebih percaya diri dan berani menentukan pilihan.

Bahkan, jika dikelola dengan baik, sifat keras kepala dapat mendorong anak menjadi pemimpin ulung di masa depannya nanti. Untuk itu, Anda membutuhkan cara khusus untuk mengasuhnya agar ia bisa mengendalikan sifatnya itu.

Mengutip Parents, berikut ini empat tips mengasuh anak keras kepala yang bisa Anda coba.


Tetapkan Aturan

Meskipun Anda ingin membiarkan si kecil untuk menjadi dirinya sendiri, Anda tetap harus menetapkan beberapa aturan. Menurut pakar parenting Lorie Anderson, cara termudah untuk menegakkan aturan adalah dengan menetapkan rutinitas sehari-hari. Mereka akan belajar melakukannya sendiri dan jadi lebih mandiri.

Seiring bertambahnya usia anak, libatkan ia dalam diskusi mengenai aturan dan batasan di rumah. Dengan begitu, si kecil tetap bisa memiliki otoritasnya sendiri dengan tetap memahami aturan yang harus ia taati.


Lakukan Pelan-pelan

Terkadang, anak yang terlihat keras kepala belum tentu benar-benar keras kepala. Misalnya, mungkin si kecil sedang merasa kewalahan dalam beradaptasi di lingkungan baru dan belum belajar cara mengatasi emosi tersebut.

Alih-alih menghakiminya, sebaiknya hadapi si kecil dengan pelan-pelan. Tanyakan padanya apa yang ia rasakan, dan dengarkan dengan penuh perhatian. Ini bisa jadi kunci untuk mencari tahu apa yang tersembunyi di balik perilakunya.


Akui Perasaannya

Alih-alih memarahinya, penting bagi Anda untuk mengakui dan memvalidasi perasaan anak yang keras kepala. Bantu ia menemukan solusi dalam setiap permasalahan yang ia alami. Selain itu, latihlah anak untuk menenangkan diri saat emosi.

Untuk anak yang lebih kecil dan belum paham tentang perasaan, Anda bisa bertanya padanya tentang apa yang ia rasakan. Seperti “Apa kamu merasa senang hari ini?” atau “Apakah kamu marah?”. Jika si kecil tak mau menjawabnya, berikan ia waktu untuk memahami perasaannya sendiri.


Berikan ia (Anak) Pilihan

Anak yang keras kepala suka bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Untuk itu, Anda bisa memberikanya kesempatan agar ia bisa memilih otoritasnya sendiri. Meskipun begitu, Anda tetap harus mengarahkan si kecil pada pilihan yang baik.

“Biarkan mereka membuat pilihan yang tidak penting dalam skema besar, seperti apa yang akan dikenakan, warna cangkir apa yang digunakan, atau ayunan mana yang akan digunakan di taman,” jelas Holly Nordenberg, pelatih pengasuhan anak di Madison, Wisconsin.

Beberapa tips berikut beri kemudahan saat mengasuh anak yang berkarakter perfeksionis | trusbertumbuh

trusbertumbuh

 

ilustrasi pengasuhan mom dan anak

Secara bahasa mimin kutip dati kamus KBBI online bahwa arti perfeksionis adalah karakter/orang yang ingin segala-galanya sempurna juga orang yang percaya bahwa kesempurnaan moral dicapai kalau dapat hidup tanpa dosa.

Mengutip Parents, anak yang berjuang untuk kesempurnaan, mudah diterima di lingkungan sosialnya dan terlihat mengagumkan. Namun, sifat perfeksionis juga memiliki sisi negatif yang akan berdampak buruk pada kesehatan mental anak.

Memiliki anak perfeksionis mungkin jadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Di satu sisi, ia cenderung akan menyelesaikan tugas atau aktivitas apa pun semaksimal mungkin dan sebaik yang ia bisa. Namun di sisi lain, saat segala sesuatu tak berjalan sesuai rencana, anak akan merasa sangat kecewa dan menganggap dirinya gagal.

Menurut asisten profesor psikiatri Universitas Washington Kirsten Gilbert, Ph.D., perfeksionisme yang ekstrem merupakan faktor risiko kecemasan, depresi, gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan gangguan makan.

“Demikian pula, ketika seorang anak tidak pernah tampil sesuai harapan mereka, tidak mengherankan bahwa mereka mungkin menganggap dirinya gagal, dan itu berpotensi berkontribusi pada gejala depresi atau kecemasan,” jelas dr. Gilbert.

Nah Moms, berikut ini tips pengasuhan bagi anak perfeksionis yang bisa Anda coba sebagaimana dikutip dari Verywell Mind.


Ceritakan tentang Kegagalan Anda

Orang tua tidak harus jadi sempurna di depan anaknya. Tak ada salahnya untuk menceritakan perjuangan dan kegagalan yang pernah Anda alami. Dengan begitu, anak lebih paham bahwa memang tak ada yang sempurna di dunia ini. Hal yang bisa ia lakukan adalah melakukan yang terbaik.


Ajarkan Anak Menghadapi Kegagalan

Kegagalan kerap terasa tidak nyaman. Oleh karena itu, ajari anak cara menghadapi kekecewaan, penolakan, dan kesalahan dengan cara yang sehat. Berbicara dengan teman, menulis di buku harian, atau menggambar bisa menjadi cara untuk mengatasi perasaan negatifnya.


Buat Tujuan yang Realistis

Bicaralah dengan anak tentang tujuan yang ingin ia capai. Jika tujuan ini membutuhkan kesempurnaan, jelaskan tentang bahaya menetapkan tujuan tinggi yang tidak realistis dan bantu mereka menetapkan tujuan yang lebih realistis. Berikan pemahaman pada anak bahwa tidak semua hal bisa ia kendalikan sendiri.


Puji Usahanya, Bukan Hasilnya

Memuji anak atas usahanya dapat membantu si kecil paham bahwa semua yang ia lewati adalah sebuah proses. Kesalahannya mungkin tak dapat dihindari, tapi hal itu juga bisa digunakan sebagai pembelajaran untuk jadi lebih baik.


Jangan Berharap Lebih pada Anak

Setelah menetapkan tujuan yang realistis, biarkan anak melakukannya sesuai dengan cara dan kemampuannya sendiri. Jangan berharap lebih bahwa anak pasti akan berhasil. Kesalahan merupakan hal wajar dalam proses belajar anak.

Beberapa tips mengasuh anak agar ia tumbuh jadi pribadi yang tangguh | trusbertumbuh

trusbertumbuh

 

ilustrasi pengasuhan mom dan anak

Orang tua mana yang tak ingin melihat anak bisa tumbuh mandiri dan jadi pribadi yang tangguh. Sebab, seiring berjalannya waktu, anak akan mulai menghadapi berbagai masalah hidup dan ia perlu menguasai teknik untuk bisa mengatasinya sendiri.

Oleh sebab itu, orang tua perlu mendidik anak agar ia siap menghadapi masa depan dengan berbagai tantangannya. Mengutip Parents, berikut beberapa tips yang bisa dicoba dalam membesarkan anak agar jadi pribadi yang tangguh.


Kembangkan Kreativitas dan Optimisme

Anak perlu dilatih untuk berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah. Untuk itu, penting sekali mengembangkan kreativitas anak agar ia bisa jadi pribadi yang tangguh ketika menghadapi masalah. Selain kreativitas, mengajarkan optimisme juga penting agar anak lebih percaya diri dalam mengatasi masalah tersebut.


Dukung Anak

Melatih anak untuk jadi pribadi yang tangguh bukan berarti Anda membiarkan anak bingung menyelesaikan masalah sendirian, Moms. Saat ia merasa kewalahan, usahakan agar Anda tetap memberi dukungan dan selalu ada untuknya.

“Berikan anak Anda kehidupan yang terhubung dengan keluarga, teman, lingkungan, sekolah, tim, klub, hewan peliharaan, alam, dan dunia ide. Koneksi adalah alat terhebat yang kita miliki untuk menghadapi kesulitan,” kata psikiater Edward Hallowell, M.D.


Mendorong Pola Pikir Berkembang

Pola pikir berkembang atau growth mindset merupakan hal yang perlu dikuasai anak di zaman yang dinamis ini. Dengan mengajarkan pola pikir ini pada anak, ia akan paham bahwa semua hal butuh proses dan ia harus terus berusaha untuk mencapai cita-citanya. 

Selain itu, growth mindset membuat anak lebih mampu beradaptasi pada perubahan dunia yang cepat.


Beri Bantuan, tapi Secukupnya

Saat anak sedang berusaha melakukan sesuatu dan terlihat kesulitan, jangan buru-buru untuk mengambil alih pekerjaannya, Moms. Misalnya, anak sedang belajar mengikat tali sepatu, tapi ia terlihat bingung. Alih-alih langsung mengikat sepatunya, tanyakan terlebih dahulu apakah ia butuh bantuan atau tidak.

Cara ini perlu dilakukan untuk membiasakan anak agar berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri sebelum minta bantuan atau bergantung pada orang lain.


Ajarkan Penilaian yang Realistis

Realita tidak selalu seindah ekspektasi. Konsep tersebut perlu diajarkan pada anak sedini mungkin supaya ia bisa lebih realistis dalam memandang kehidupan. Misalnya, anak akan mengunjungi taman yang terlihat indah di foto. Ketika langsung ke sana, ia melihat banyak pengunjung yang membuat taman tersebut tidak sama seperti di foto.

Nah Moms, dengan mengajarkan konsep ketidaksempurnaan, anak akan lebih mampu menerima kenyataan dan berpikir realistis.

Beberapa tips pengasuhan pada anak anak, yang jarak usianya jauh | trusbertumbuh

trusbertumbuh

 

ilustrasi pengasuhan mom dan anak

Beberapa tips pengasuhan pada anak anak, yang usianya jauh

Punya lebih dari satu anak dengan jarak usia yang jauh tentu memiliki suka-duka tersendiri. Di satu sisi, ibu mungkin punya jeda waktu banyak sebelum hamil dan lagi si sulung bisa membantu menjaga adiknya. Namun, di sisi lain, orang tua mungkin akan kesulitan menemukan aktivitas yang menyenangkan untuk semua anaknya karena usia yang jauh membuat mereka punya minat yang berbeda.

Nah Moms, jika Anda merasakan suka-duka tersebut, berikut ini tips pengasuhan yang mungkin bisa Anda coba sebagaimana dikutip dari Verywell Family.


Rencanakan Kegiatan yang Cocok untuk Semua Usia

Karena anak dengan usia yang jauh mungkin memiliki minat yang berbeda, Anda bisa merencanakn kegiatan yang cocok untuk semua usia. Salah satunya kegiatan untuk mengisi libur sekolah. Carilah tempat wisata yang memiliki fasilitas atau wahana yang bisa dinikmati oleh semua kalangan usia agar anak-anak bisa bersenang-senang bersama, Moms.


Miliki Harapan yang Realistis

Berharap anak-anak memiliki minat yang sama mungkin hanya akan membuat Anda merasa kewalahan sendiri. Ya Moms, daripada memaksakan anak-anak untuk mengikuti kegiatan yang sama, lebih baik pahami bahwa mereka memiliki minat yang berbeda. Dengan begitu, penting bagi Anda untuk berpikir realistis agar dapat membuat rencana yang lebih baik lagi untuk anak-anak.


Buat Aktivitas Terpisah

Selain membuat rencana yang cocok untuk semua usia, Anda mungkin juga bisa meluangkan waktu untuk menemani anak-anak saat mengikuti kegiatannya masing-masing. Misalnya, Anda bisa mengantar-jemput si sulung saat mengikuti ekstrakulikuler, setelah itu mengajak si bungsu bermain di playground.

Dengan begitu, masing-masing anak akan merasa diperhatikan tanpa perlu merasa iri satu sama lain.


Jadilah Fleksibel

Selain berpikir realistis, penting bagi orang tua yang memiliki anak dengan jarak usia jauh untuk bersikap lebih fleksibel. Anda mungkin tidak bisa memenuhi semua keinginan anak. Namun, usahakan untuk tetap bersikap adil dan bijak pada mereka, Moms.

Beri kesempatan bagi si sulung untuk melakukan kegiatan yang ia sukai. Sementara itu, Anda mungkin bisa menemani si bungsu dalam mengeksplorasi minatnya.


 

 

Beberapa prinsip berikut agar lebih baik dalam mengasuh anak | trusbertumbuh

trusbertumbuh

 

ilustrasi pengasuhan mom dan anak

Setiap ayah dan ibu bisa berusaha menjadi orang tua terbaik. Meski memiliki tanggung jawab besar dalam mengasuh si kecil, tetapi Anda bisa lho menerapkan prinsip-prinsip ini untuk meningkatkan lagi keterampilan mengasuh anak. Apa saja sih?

Setiap ibu ingin melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tetapi, pada kenyataannya, ada saja tantangan dalam membesarkan anak yang terkadang sulit dilakukan, bahkan bisa membuat frustrasi. Meski sudah membaca banyak teori parenting, namun realitanya tidak semua bisa dilakukan karena perilaku anak berbeda-beda.


Berikut di antaranya,

Dengarkan Anak

Dikutip dari Very Well Family, saat sedang bersama anak, lakukan sebaik mungkin untuk mendampinginya tanpa gangguan apa pun. Prioritaskan untuk mendengar apa yang mereka bicarakan. Anda juga bisa mengajukan beberapa pertanyaan yang bisa dijawab oleh si kecil.

Karena dengan mendengar anak berbicara, maka mereka akan memahami bahwa orang tuanya peduli dan menyayanginya. Jangan lupa untuk menatap matanya saat mendengar si kecil berbicara, bila perlu berlutut agar bisa sejajar dengan tubuhnya. Bila anak sedang sedih atau kesal, peluklah dan dengarkan cerita mereka agar memberikan rasa nyaman.


Jadilah Panutan

Anak merupakan peniru nomor satu dari apa yang orang tua mereka lakukan. Jadi, bila suatu saat Anda melakukan perilaku yang tidak boleh ditiru anak, maka jangan ragu untuk mengakuinya. Jadilah teladan dengan meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Ingat juga, anak akan melihat setiap kegiatan yang Anda lakukan di depan mereka. Jadi, Anda tidak hanya berusaha untuk menjadi panutan, tetapi juga bisa mengajarnya tentang pentingnya kerja keras, tanggung jawab, dan kejujuran.


Kendalikan Emosi

Mungkin ada waktunya Anda sedang lelah, sehingga kehilangan kendali menahan emosi. Namun, bila sedang di depan anak-anak, sebaiknya kendalikan diri sebaik mungkin. Sebab, setiap Anda terlihat marah atau membentak, itu menunjukkan kepada anak-anak bahwa inilah reaksi orang ketika menghadapi masalah.

Sebaliknya, tunjukkan bagaimana Anda berusaha tetap tenang dalam menyelesaikan masalah. Di situlah, si kecil akan ditunjukkan seperti apa kecerdasan emosional dalam menghadapi tekanan.


Patuhi Aturan yang Dibuat Bersama

Pastinya, Anda juga mengajarkan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal ini juga perlu diterapkan oleh para ayah dan ibu. Pastikan untuk disiplin aturan yang dibuat bersama secara konsisten di depan anak, agar mereka juga bisa mengikuti cara yang sama.


Selalu Beri Banyak Cinta

jangan lupa untuk selalu menunjukkan perasaan cinta dan kasih sayang terhadap anak. Sering-seringlah untuk memberikan ciuman dan pelukan agar membuat mereka merasa dicintai dan aman.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah sering-sering menghabiskan waktu bersama. Dan jangan lupa untuk terlibat aktif pada setiap aktivitasnya, serta membantu si kecil mencari tahu minat pada hal-hal yang disukainya.

Moms, setiap orang tua dan anak memiliki karakteristiknya masing-masing. Jadi, Anda tidak bisa menyamakan gaya parenting Anda dengan orang lain yang kondisinya berbeda. Tidak ada orang tua yang sempurna, tetapi Anda bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak Anda.


Jadi Orang Tua Fleksibel

Terakhir, buat para ayah dan ibu memiliki harapan dan tujuan tersendiri untuk anak-anaknya. Namun, ketika tidak berjalan sesuai keinginan, maka akan muncul perasaan kecewa dan terbebani. Jika perasaan tersebut sering muncul, ada baiknya Anda agar lebih fleksibel dan tidak melulu harus perfeksionis. Dan jangan lupa, ikuti saja arusnya sesuai tumbuh kembang masing-masing anak.

Tips berikut ampuh cegah batuk Pilek pada Anak saat Cuaca Ekstrem | trusbertumbuh

trusbertumbuh



Tips berikut ampuh cegah batuk Pilek pada Anak saat Cuaca Ekstrem

Batuk dan pilek menjadi masalah kesehatan yang rentan dialami anak di situasi ini. Oleh karenanya, ibu dan ayah perlu sigap untuk melindungi si kecil dari risiko penyakit tersebut.

Moms, cuaca ekstrem beberapa hari terakhir mungkin membuat Anda khawatir akan kesehatan anak dan keluarga. Hujan yang turun terus-menerus membuat sistem kekebalan tubuh perlahan melemah, sehingga si kecil bisa saja terserang virus dan penyakit.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan orang tua?


Tutup mulut saat bersin

Direktur pengobatan darurat di St. Louis Children’s Hospital, David Jaffe, MD, menyampaikan, jutaan kuman penyebab batuk pilek dikeluarkan ke udara saat bersin. Jadi, anak perlu menutup mulut saat bersin atau ketika ada orang di dekatnya yang bersin. Ini dapat membantunya tidak tertular atau justru menularkan penyakitnya ke orang lain.


Cuci Tangan

Menurut direktur medis pengendalian infeksi dan peningkatan kualitas di Boston Children’s Hospital, Donald Goldmann, MD, hampir semua virus dan kuman yang masuk ke tubuh anak-anak berasal dari tangannya. Oleh karenanya, penting bagi orang tua untuk membiasakan anak mencuci tangan setelah beraktivitas.

“Setidaknya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 30 detik,” kata Donald seperti dikutip dari Parents.


Beri Asupan Vitamin D

Hujan yang terjadi hampir setiap hari membuat keluarga kekurangan paparan sinar matahari yang merupakan sumber vitamin D. Ini juga menjadi sebab tubuh jadi mudah sakit dan terkena batuk pilek. Cara mengatasinya dengan mengkonsumsi makanan tinggi vitamin D, seperti jamur, kuning telur, ikan tuna, salmon, udang, dan susu.

Jika diperlukan, ibu juga bisa memberikan suplemen vitamin D untuk si kecil. Namun, tentu saja Anda harus berkonsultasi dengan dokter dulu ya, Moms.


Batasi keluar rumah

Musim liburan sekolah mungkin membuat Anda ingin mengajak si kecil berwisata atau sekadar berkeliling ke pusat perbelanjaan. Tapi, ibu dan ayah tetap perlu waspada mengingat hujan lebat terjadi hampir setiap hari. Oleh sebab itu, sebaiknya pilih hari saat cuaca cerah untuk mengajak si kecil keluar rumah ya, Moms.


Pakaian hangat

Moms, pakaian hangat menjadi pilihan yang tepat saat cuaca dingin seperti sekarang. Pastikan anak selalu menggunakan pakaian yang nyaman dan membuatnya terlindungi dari risiko kedinginan, ya. Tapi, tentu saja Anda tidak perlu memaksa apabila si kecil merasa tidak nyaman dengan pakaian yang digunakannya.

Siapa sangka, ternyata bermain Lato-lato Punya Banyak Manfaat untuk Anak, Lho! | trusbertumbuh

trusbertumbuh
media permainan lato lato

Viralnya permainan latto-latto ini, sampai samlai presiden pun ikut memainkan  juga. Bunyi permain ini  tek tek atau nok-nok. Nah lato-lato merupakan mainan tradisional yang kerap dimainkan anak-anak generasi 90-an. Setelah lama ditinggalkan, lato-lato kembali viral di akhir tahun 2022 ini.


Banyak anak dan orang dewasa kembali memainkan lato-lato hingga menjadi tren di sosial media. Bahkan, Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, juga tidak mau ketinggalan tren ini lho, Moms. Melalui laman Instagram pribadinya, Kang Emil mengunggah momen saat mengajari Jokowi bermain lato-lato.


“Main nok-nok bareng presiden dan gubernur,” kata Kang Emil dalam keterangannya.

Meski termasuk permainan lawas, menggunakan lato-lato terbilang tidak mudah. Sebab, tidak semua orang berhasil memantulkan dan membuat dua bandulan saling bertemu.

Lantas, apa manfaatnya jika si kecil suka bermain lato-lato?


Kata Psikolog soal Manfaat Bermain Lato-lato untuk Anak

Jika dilihat dari cara bermainnya di mana anak-anak perlu menggenggam ring di tengah dan menggerakkannya sedemikian rupa agar kedua bola saling bertemu, lato-lato sebenarnya bisa memberikan banyak manfaat positif untuk anak Anda, Moms.


“Lato-lato itu bisa menstimulasi kekuatan genggaman anak, keseimbangan, dan perkembangan koordinasi mata dan tangannya. Selain itu, permainan ini juga membutuhkan anak untuk aware dengan letak posisi anggota tubuhnya di dalam ruang dan menyesuaikan dengan gerakan bola tersebut,” ungkap psikolog anak, Kanti Pernama, saat dihubungi kumparanMOM Kamis (29/12).

Psikolog yang berpraktik di Rumah Dandelion itu juga menjelaskan, permainan tradisional seperti lato-lato dapat menstimulasi perkembangan kognitif si kecil seperti daya atensi (perhatian) dan fokus. Sebab, si kecil harus memperhatikan dengan jeli (sustained attention) gerakan bola dan memastikan keduanya saling bertepuk.


Permainan tradisional seperti lato-lato juga biasanya harus dilakukan secara fisik karena membutuhkan gerakan manipulasi, seperti diputar,  dan dibalik. Anak-anak yang memainkannya juga perlu saling berinteraksi, sehingga kemampuan sosioemosional mereka juga lebih terstimulasi.


Kendati demikian, Kanti tetap mengimbau bahwa permainan lato-lato sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Akan lebih baik bila orang tua memberikan pengawasan penuh saat anak melakukannya.

“Permainan lato-lato perlu dalam pengawasan orang tua dan perlu dipertimbangkan bahannya. Karena sering terjadi cedera atau insiden lato-lato yang pecah saat bertepuk kencang,” pungkas Kanti.

Ya Moms, bermain lato-lato mungkin tampak menyenangkan bagi si kecil. Tapi, jangan sampai ia memainkannya tanpa pengawasan, apalagi jika keterampilan motoriknya belum optimal, ya!


Momen seru, saat pergantian tahun. Baiknya bagaimana ? | trusbertumbuh

trusbertumbuh



Momen seru, saat pergantian tahun. Baiknya dirumah aja yah, mengapa?

Beragam aktivitas tentu, sangat banyak orang merayakan momen tersebut. Namun tak banyak orang tau saat momen tersebut, baiknya apa saja sih aktivitas yang perlu dilakukan para orangtua ?

Menjadi salah satu momen untuk berkumpul bersama keluarga. Mulai dari kakek, nenek, paman, bibi, hingga anak dan cucu.  Agar momen ini semakin menyenangkan dan berkesan, Anda dan keluarga bisa melakukan berbagai aktivitas, lho. Apakah Anda sudah punya rencana kegiatan untuk beraktivitas, Moms? Jika belum, berikut rekomendasi aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga saat malam pergantian tahun baru.


Bercengkrama dengan keluarga (anak & istri/suami)

Nah, saat momen libut pas banget nih - waktu tsb baiknya digunakan bercengkrama dengan keluarga besar, canda tawa bersama, sembari belajar, berrmain serta melakukan hal dirumah agar bisa menyenangkan keluarga.


Belajar & Bermain dengan anak

Aktivitas seru lainya, yakni belajar dan bermain dengan  anak & istri (suami). Tentu hal ini sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak & keluarga. Karenya, stimulus, perkembangan otak anak bisa sangat berkembang dengan adanya peran aktivitas helper (orangtua) saat bermain. Anak akan makin senang bahagia bersama karena ada peran tsb.


Waktu untuk Sharing, Makan bersama

Sebagai orangtua sebagai madrasah bagi keluarga. Maka, hal ini baiknya sering dilakukan. Sebab, denganya hubungan anak & orangtua kian melekat.


Terakhir, Ajak anak & keluarga untuk shalat (shalat malam) 

Setelah kegiatan tersebut selesai dilakukan, baiknya kami sarankan mengajak anak istri & keluarga untuk shalat malan di waktu sepertiga malam saat momen pergantian. Denganya kita memohon ampunan, meminta segala hajat diselesaikan, urusan dimudahkan, nikmat sehat dengan bersyukur atasnya, serta memohon ampun atas segala kegiatan yang lalu.

Moga tips di atas, Allah mudahkan dalam melaksanakanya yah. aamiin.


Bogor, 31 Desember 2022 M | 8 Jumadil Akhir 1444 H
trusbertumbuh.blogspot.com 
| admin

Hal yang dilakukan saat Suami Punya Sahabat Perempuan, berikut penjesanya | trusbertumbuh

trusbertumbuh


Tak menutup kemungkinan, para suami bisa mudah memiliki sahabat seorang perempuan, selain istri yh. Nah, tentu hal ini bisa menjadi kebaikan atau bahkan sebaliknya bumerang bagui rumah tangga & keluarga. 

Tak heran, bila ada saja kejadian perceraian yang terjadi gegara hubungan persahabatan tersebut.

Setelah menikah, urusan pertemanan bisa jadi lebih terbatas. Anda dan suami mungkin lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak atau berdua saja. Meski begitu, Anda atau suami mungkin pernah sesekali merasa ingin bertemu dengan sahabat lama untuk bertukar cerita atau sekadar nongkrong.

Nah Moms, dalam sebuah pernikahan, penting bagi Anda dan suami untuk saling mengenal sahabat satu sama lain untuk mencegah rasa curiga atau kecemburuan. Lantas, bagaimana jika sahabat suami Anda ternyata perempuan? Simak beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mencegah konflik dengan suami sebagaimana dikutip dari Pop Sugar.


Hal-hal yang Harus Dilakukan saat Suami Punya Sahabat Perempuan

Pastikan Tidak Ada Standar Ganda

Jika suami Anda punya sahabat perempuan, itu berarti Anda juga boleh punya teman atau sahabat laki-laki. Ya Moms, menghindari ‘standar ganda’ seperti itu diharapkan dapat mencegah konflik yang mungkin terjadi karena Anda dan suami sama-sama punya kesempatan untuk berteman dengan lawan jenis.


Tetapkan Batasan

Meskipun Anda dan suami punya sahabat lawan jenis, jangan lupa tetapkan batasan ya, Moms. Buatlah kesepakatan dengan suami tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan bersama sahabat. Salah satu yang penting adalah tidak mengumbar rahasia rumah tangga.


Mengenali Sahabatnya

Untuk mencegah rasa cemburu, Anda bisa berkenalan dengan sahabat suami Anda. Cari tahu seperti apa orangnya dan bagaimana ia bisa bersahabat dengan suami Anda. Bahkan, Anda juga bisa berteman dengannya.


Cegah Suami Bertemu Berdua dengan Sahabatnya

Jika suami meminta izin untuk bertemu dengan sahabatnya, pastikan mereka tidak hanya berdua saja, kecuali di tempat umum. Anda mungkin bisa ikut bersama suami, Moms. Hal itu bukan karena Anda tidak percaya atau jadi protektif pada suami, tetapi transparansi dalam pernikahan merupakan hal penting untuk mencegah konflik.

Nah, itulah parents hal hal yang perlu dilakukan yah. Moga denganya dimudahkan.

Mudahnya beri Sayur dan Buah Pada Anak | trusbertumbuh

trusbertumbuh

Masa pertumbuhan anak menjadi masa dimana orang tua harus benar-benar memperhatikan pilihan asupan gizi yang diperlukan. Dalam hal ini tentu saja pilihan asupan gizi yang paling sesuai adalah memberikan sayur dan buah pada anak.

Manfaat sayur dan buah adalah sebagai sumber vitamin. Buah dan sayur kaya vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Manfaat signifikan lain dari sayur dan buah untuk anak adalah guna menghindari obesitas. Sayur dan buah kaya akan serat yang berguna dalam menghambat obesitas.

Namun, masalah yang sering ditemui banyak anak susah makan sehingga sulit memenuhi asupan gizi terutama dari sayur dan buah. Tentu ada kiat-kiat mengatasi hal tersebut.


Memotivasi Anak Makan Sayur dan Buah

Tips yang pertama yang dapat digunakan untuk mengatasi anak susah makan sayur dan buah adalah dengan memperkenalkan sayur dan buah sejak dini. Kenalkan jenis sayur dan buah satu per satu sehingga Ibu akan tahu sayur dan buah mana yang menjadi favorit dan juga yang tidak menjadi favorit anak Ibu.


Tips berikutnya adalah untuk tidak memaksa anak dalam mengkonsumsi sayur dan buah yang Ibu berikan. Kebanyakan Ibu memaksakan anak untuk makan sayur dan buah. Akibatnya anak justru akan bersikap keras kepala dan memberontak. Hal yang harus Ibu lakukan adalah dengan memberikan kata-kata positif yang mendukung supaya anak Ibu mulai menggemari sayur dan buah yang Ibu berikan.


Tips yang berikutnya adalah mengenai bagaimana Ibu menyajikan sayur dan buah dengan desain tampilan makanan yang menarik untuk dimakan sang anak. Cara memasak dan juga mengkombinasikan bahan sayur tertentu atau buah tertentu pasti akan membuat anak Ibu tertarik memakannya.


Sementara untuk mengatasi anak yang susah makan buah, Ibu dapat memilih untuk membuatkan anak minuman jus. Adapun jus membuat anak Ibu kehilangan kesan bahwa sayur dan buah merupakan beban untuk dikonsumsi. Namun pastikan Ibu menambahkan susu atau sedikit gula supaya jus tersebut lebih lezat dan nikmat untuk diminum.


Tips berikutnya guna mengatasi anak yang susah makan sayur dan buah adalah dengan cara memberikan contoh mengenai manfaat mengkonsumsi buah dan sayur. Juga dengan rajin mengonsumsinya juga, sebab akan aneh bila Ibu selalu menyuruh sang buah hati mengonsumsi sayur dan buah sedangkan Ibu sendiri tidak pernah tampak makan makanan sehat ini.


Memilih suasana dan tempat yang nyaman untuk makan sayur dan buah dapat membantu meningkatkan mood sang anak. Memberikan hadiah bila sang anak rajin makan sayur dan buah dapat dijadikan ide yang menarik tentunya. Mulai sekarang perhatikanlah makanan anak yang Ibu berikan.

Soruce,
prenagen.com

Tips Berikut, Parents mesti tau yah | trusbertumbuh

trusbertumbuh


Mendidik anak bukanlah sebuah perkara yang mudah. Setiap anak memiliki watak, karakter, dan sifat yang berbeda-beda. Orang tua pun memiliki sifat bawaan berbeda-beda yang membuat gaya pengasuhan tiap orang tua berbeda. Ada orang tua yang dapat mendidik anak dengan mudah, ada yang menganggap mendidik anak sebagai sebuah seni, namun ada juga yang merasa mendidik anak seperti roller coaster yang menegangkan.

Ditambah dengan mudahnya akses teknologi masa kini, membuat tantangan dalam mendidik anak semakin besar. Anak dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari luar melalui kemudahan teknologi. Ada yang sifatnya positif, namun ada juga yang negatif. Orang tua perlu cermat dalam menerapkan gaya parenting agar anak lebih mudah didik.

Namun tak perlu khawatir Bu, dengan menerapkan 11 tips parenting di bawah ini, Ibu dapat lebih mudah mendidik anak. Ibu dapat menerapkan pola pengasuhan anak ini untuk si kakak tanpa perlu mengabaikan si adik yang masih menyusu. Apa saja tipsnya?


Beri Perhatian yang Positif

Anak membutuhkan perhatian yang positif dari orang tua agar ia tidak mencari perhatian di tempat lain yang berujung negatif. Orang tua perlu berkomunikasi secara efektif dengan anak agar si kecil merasa diperhatikan. Apresiasi setiap sikapnya yang positif agar ia semakin termotivasi untuk berlaku baik. Sebaliknya, hindari fokus pada sikap negatifnya karena anak bisa mengira bahwa ia akan diperhatikan setiap kali melakukan perbuatan buruk.


Bangun Rasa Percaya Diri Pada Anak

Tips parenting yang pertama perlu diterapkan adalah dengan membangun rasa percaya diri pada anak. Anak yang percaya diri akan lebih mudah mengelola emosi dan menyelesaikan masalah yang sulit. Anak juga lebih mudah dikoreksi jika bersalah karena ia memiliki kebanggaan akan dirinya sendiri.

Salah satu cara untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak adalah dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan dari masing-masing anak. Terima setiap kelebihan dan kekurangannya sebagai sebuah poin positif yang membuatnya percaya diri.


Beri Pujian yang Tulus

Ketika anak melakukan hal yang baik, berikan pujian dengan tulus. Jangan ragu untuk mengapresiasi kemampuan yang dimiliki anak, hal ini dapat mengembangkan sikap positif pada anak. Jika perlu, berikan hadiah untuk si kecil. Katakan padanya bahwa hadiah diberikan karena orang tua sayang dan bangga pada anak. Namun hindari memberikan iming-iming ya, Bu.


Hindari Membandingkan Anak dengan Saudaranya

Untuk memudahkan parenting yang positif di rumah, hindari membandingkan anak dengan saudara kandungnya. Membandingkan anak berpotensi memunculkan perasaan iri pada anak terhadap saudaranya. Rasa iri ini juga dapat memicu persaingan seumur hidup yang berdampak pada masalah keluarga di kemudian hari.


Tunjukkan Contoh yang Baik

Orang tua merupakan sosok yang akan ditiru dan dicontoh oleh anak. Oleh karena itu, orang tua harus menunjukkan contoh perbuatan baik pada anak. Di dunia ini memang tidak ada orang tua yang sempurna, namun memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari adalah wajib hukumnya. Bila Anda ingin anak bertutur kata yang lembut dan baik serta bersikap sopan, maka Anda harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Ingatlah jika orang tua merupakan contoh yang akan diikuti oleh anak hingga mereka dewasa.


Hindari Marah dan Mengejek Anak

Sekesal dan semarah orang tua pada anak, hindari untuk menunjukkan rasa marah yang berlebihan pada anak. Terlebih jika sampai menghinanya. Anak akan selalu merasa salah yang berujung pada perilaku negatif jika orang tua sampai melakukannya. Ditambah lagi, anak dapat meniru sikap orang tua karena ia adalah peniru ulung. Anak dapat dengan mudah marah dan mengejek orang lain jika kerap melihat orang tua melakukan hal yang sama.


Sebut Nama Anak Saat Memanggil

Tips parenting lain yang perlu Ibu coba adalah menghargai si kecil dengan menyebut namanya ketika memanggil. Ketika ia menoleh dan memperhatikan Ibu, ucapkan kalimat yang lembut pada anak. Hindari berteriak pada anak karena dapat membuat anak kesal dan akhirnya menolak untuk mendengarkan perkataan orang tua.


Ajarkan Anak Untuk Mendengarkan

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam parenting adalah mengajarkan anak untuk mau mendengarkan. Saat ini banyak orang yang hanya mau didengar saja tanpa mau mendengarkan orang lain. Tentunya Ibu tidak ingin si kecil memiliki perangai seperti itu bukan? Oleh karena itu, Ibu harus mengajarkan anak untuk mau mendengarkan sejak dini.

Caranya, biasakan untuk mendengarkan perkataan anak. Ketika anak tidak mau melakukan sesuatu atau menolak perintah orang tua, cobalah untuk tetap mendengar alasan anak. Anak yang terbiasa didengar akan memiliki sikap mau mendengarkan orang lain juga. Nantinya ia juga tidak akan canggung untuk mengemukakan pendapat atau perasaannya pada orang tua.


Terima Kehadiran Anak Sepenuhnya

Tips parenting lain yang penting untuk dipraktekkan oleh orang tua adalah usahakan untuk menerima sepenuhnya kehadiran anak. Meskipun waktu, pekerjaan, hingga hubungan dengan pasangan menjadi sedikit terganggu setelah kehadiran anak, namun tetap terimalah anak seutuhnya. Beri perhatian lebih pada si kecil setiap harinya. Masa kecil anak tidaklah lama, nantinya ia akan tumbuh dewasa dan mungkin memiliki kehidupan sendiri. Oleh karena itu, didiklah si kecil sebaik mungkin sebagai bekal masa depannya.


Beri Waktu Screen Time Secukupnya

Era teknologi saat ini tidak menampik keinginan dan kebutuhan anak di depan layar. Terlebih saat ini sekolah pun harus dilakukan melalui smartphone atau laptop. Meskipun demikian, tetap beri batasan anak untuk screen time. Usahakan untuk memberikan waktu screen time pada anak tidak lebih dari 2 jam setiap harinya. Pastikan juga orang tua selalu mengontrol apa yang ditonton oleh anak setiap harinya dan memfilternya. Konten yang negatif dapat merusak masa depan si kecil.


Terus Belajar Ilmu Parenting

Meskipun sudah menjadi orang tua, bukan berarti berhenti belajar. Justru dengan menjadi orang tua, Ibu dan Ayah perlu mempelajari ilmu parenting lebih banyak lagi untuk mengetahui cara mendidik anak dengan baik. Terus ikuti perkembangan ilmu parenting dengan membaca buku, membaca artikel, dan juga mengikuti seminar atau pelatihan parenting. Dengan ilmu yang cukup, orang tua dapat mempraktekkan ilmu yang ada untuk mengasuh dan mendidik anak. Jangan berhenti belajar ya, Bu!

Itulah beberapa tips parenting yang wajib diketahui oleh orang tua. Dengan usaha yang maksimal dan juga doa yang tak putus, orang tua bisa mendidik anak menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan tumbuh dengan optimal. Jika si kecil memiliki pribadi yang unggul, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua bukan?

Suhu Demam Anak, tak kunjung Menurun - Baiknya, langsung bawa ke Dokter yah | trusbertumbuh

trusbertumbuh


Jika setelah mencoba cara-cara sebelumnya, namun hasilnya tidak efektif menurunkan demam anak, maka segera membawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Apalagi jika demam pada anak tidak kunjung reda setelah dua hari dan disertai gejala berikut ini:

  • Anak mengalami dehidrasi dengan tanda-tanda seperti bibir kering, muntah, diare, menangis tanpa air mata, tidak mau menyusu, tidak mau makan, jarang atau tidak buang air kecil sama sekali.
  • Kejang demam pada anak
  • Suhu dubur 100,4 ° F (38°C) pada bayi berusia 3 bulan atau lebih muda
  • Penampilan pucat, berbintik-bintik, atau tampak kebiruan
  • Tidak responsif terhadap perintah verbal
  • Kesulitan mencoba untuk tetap terjaga atau sadar
  • Iritasi/ketidaknyamanan yang ekstrim
  • Menangis lemah atau bernada tinggi terus menerus
  • Membungkuk ke depan dan meneteskan air liur
  • Penurunan output urin meskipun hidrasi
  • Peningkatan detak jantung dan pernapasan
  • Ruam yang tidak pucat
  • Ubun-ubun menonjol dan kekakuan leher
  • Sakit kepala yang parah

Moga bacaan ini bisa bermanfaat bagi moms & dads yah.

Berikut, Cara Turunkan Demam Anak | trusbertumbuh

trusbertumbuh


Saat parents, mendapati adanya anggota keluarga yang sakit demam, & belum tau langkah apa yang hsrus dilakukan saat bantu turunkan suhu panas/ demam anak ? simak tips & langkah berikut untuk penanganan turunkan demam anak yah.



Mandi air hangat

Orangtua tetap diperbolehkan memandikan anak saat anak demam, asalkan menggunakan air hangat. Jangan memandikan anak menggunakan air dingin, karena dapat menyebabkan suhu tubuh anak meningkat dan membuat anak menggigil karena merasa kedinginan.


Perbanyak minum air

Hidrasi sangat penting ketika anak demam untuk mencegah dehidrasi. Air atau es loli dapat diberikan kepada anak. Menurut sebuah studi, pada saat demam kebutuhan cairan meningkat sampai 1,5 kali dari kebutuhan normal. Apabila kekurangan cairan, maka demam akan meninggi. Minum air yang banyak fungsinya untuk menjaga kecukupan cairan dan mencegah timbulnya panas lebih tinggi. Hindari minuman berkafein karena dapat meningkatkan buang air kecil.


Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup penting saat anak demam. Anak juga dianjurkan untuk tidak bersekolah atau melakukan aktivitas fisik apa pun sampai demamnya reda setidaknya selama 24 jam. Selama demam dan sakit, metabolisme akan terganggu. Oleh karena itu, sebaiknya anak mengonsumsi makanan yang lunak sehingga mudah dicerna.


Gunakan pakaian tipis

Berikan pakaian untuk anak dengan bahan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal. Hal ini dikarenakan ketika anak menggunakan pakaian yang tebal maka badannya akan menjadi panas dan sulit untuk mengeluarkan panas badannya, sehingga demamnya akan sulit untuk reda. Jika anak merasa kedinginan atau demam, kenakan pakaian nyaman yang dapat menyerap keringat dan tutupi dengan selimut tipis.


Pertahankan suhu ruangan

Pastikan suhu di dalam ruangan tetap sejuk dan nyaman untuk anak. Kamu bisa menyalakan AC, tapi pastikan tidak terlalu dingin. Kamu juga dapat menggunakan kipas angin, tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah. Perlu diingat jangan arahkan AC atau kipas angin menghadap langsung ke badan anak karena bisa membuatnya dingin.

Moga langkah tersebut, beri  kemudahan serta bantu cepat turunkan demam anak yah mom & dads.

Parents, tau ? di Bagian Mana Saat Ingin Mengkompres Anak atau Keluarga yag Mengalami Demam | trusbertumbuh

trusbertumbuh

Parents, tau ? di Bagian Mana Saat Ingin Mengkompres Anak atau Keluarga yag Mengalami Demam

Demam adalah peningkatan suhu inti tubuh, terutama sebagai respons fisiologis. Suhu tubuh normal pada manusia adalah 37°C (98,6°F) dan dapat berfluktuasi sekitar 0,5°C sepanjang hari. Demam didefinisikan sebagai suhu inti 38 ° C (100,4 ° F) atau lebih tinggi saat diukur secara rektal.

Suhu anak dapat diukur di rumah oleh orang tua atau pengasuh di daerah telinga (membran timpani) atau dahi (arteri temporal) atau secara klinis oleh profesional kesehatan di daerah dubur, mulut, dan ketiak.

Demam bukanlah suatu penyakit. Itu adalah gejala, atau tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit atau infeksi. Demam merangsang pertahanan tubuh, mengirim sel darah putih dan sel "pejuang" lainnya untuk melawan dan menghancurkan penyebab infeksi.

Dilansir dari emedihealth.com dan fromhealthy.com, salah satu cara termudah yang bisa dilakukan di rumah oleh orangtua untuk menurunkan suhu tubuh atau demam pada anak adalah dengan cara mengompres. Namun, mengompres hanya menurunkan suhu untuk sementara dan tidak mengobati penyebab demam. Cara mengompres dengan benar


Kompres menggunakan air hangat
Mengompres dengan air hangat akan membantu pori-pori terbuka, sehingga panas pada tubuh bisa keluar melalui pori-pori. Kompres sebaiknya dilakukan sekitar 15 menit. Apabila menggunakan suhu air yang dingin justru bisa meningkatkan suhu tubuh.

Kompres hangat akan membuat seluruh reseptor demam di tubuh menyadari anak sedang mengalami peningkatan suhu. Tubuh merespons demam dengan mengeluarkan zat-zat yang bisa menurunkan demam. Perlu diketahui bahwa reseptor demam ada di seluruh permukaan kulit.


Kompres dibagian lipatan tubuh
Kompres bagian kepala atau dahi kurang efektif menurunkan suhu. Mengompres di dahi tidak akan memberikan efek penurunan panas yang cepat karena terhalang tulang tengkorak, sehingga pori-pori kulit yang terbuka tidak akan mengeluarkan suhu panas dari tubuh secara cepat.

Jadi, mengompres paling efektif berada di lipatan-lipatan pembuluh darah besar. Lakukan pengompresan pada bagian lipatan ketiak dan juga lipatan paha anak selama 10-15 menit. Di situ pembuluh darah lewat sehingga terjadi penguapan. Tujuannya, agar panas keluar lewat pori-pori tubuh

Kriteria Makanan Apa yang Pas & yang Tidak, saat Anak Alami Diare | trusbertumbuh

trusbertumbuh

 


Diare pada anak merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi. Biasanya, diare anak akan sembuh dengan sendiri dengan istirahat cukup. Ini juga akan perlahan membaik ketika Mom memberikan makanan yang tepat untuknya. Makanan yang tepat akan mengatasi masalah diare anak. Sebaliknya, makanan yang kurang tepat bisa memperparah diare anak. 

Mengutip dari laman parents.com, ada beberapa makanan yang sebaiknya diberikan ke anak untuk mempercepat pemulihannya. Dan ada pula beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk diberikan ke anak. Berikut beberapa makanan tersebut.


Makanan untuk Anak Diare

Diare menyebabkan ketidaknyamanan pada anak. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya diberikan ke anak karena ini bisa mengatasi masalah diare anak. Makanan ini bermanfaat menutrisi tubuh anak. Ini juga bermanfaat mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh anak. 


  • Pisang. Makanan pertama yang sebaiknya diberikan ke anak saat diare adalah pisang. Pisang adalah buah yang mudah dicerna.
  • Cracker. Makanan selanjutnya ada cracker. Cracker mengandung natrium atau sodium yang diperlukan tubuh saat diare. Cracker adalah pilihan makanan sehat dan juga lezat yang berpotensi besar disukai anak-anak. 
  • Nasi putih. Berikan nasi putih ke anak saat ia diare. Nasi putih mudah dicerna dan bermanfaat mencegah feses jadi lebih cair. Nasi putih baik untuk segala usia termasuk usia balita. 
  • Kentang. Kentang adalah makanan yang sebaiknya diberikan ke anak saat diare. Kentang mengandun kalium yang sangat dibutuhkan selama diare. Sebaiknya kentang dikupas dan dimasak dengan cara dikukus atau direbus sebelum diberikan ke anak. 
  • Protein. Makanan yang mengandung protein seperti telur, ikan dan daging sebaiknya juga diberikan ke anak yang sedang diare. Agar manfaat makanan ini lebih maksimal, sebaiknya makanan ini dimasak dengan cara disup atau dikukus. 
  • Buah apel juga menjadi makanan yang sebaiknya diberikan ke anak sata diare. Buah apel mudah dicerna dan mengandung berbagai nutrisi terbaik untuk tubuh. Buah apel mengandung serat larut yang berfungsi mengatasi diare.


Sebaiknya, hindari Makanan berikut Saat Diare yah

Jika di atas adalah makanan yang sebaiknya diberikan ke anak saat diare, di bawah ini ada beberapa makanan yang perlu dihindari. Memberikan makanan ini ke anak justru akan memperparah diare anak. Makanan ini dikhawatirkan bisa memperburuk kondisi kesehatan anak. Apa saja makanan yang penting dihindari? Simak berikut ini. 


  • Makanan berlemak dan berminyak wajib dihindari selama diare. Makanan ini bisa memperparah diare dan membuar feses makin cair. 
  • Makanan pedas sebaiknya tidak diberikan ke anak selama diare. Makanan pedas akan memperparah diare bahkan memicu masalah pencernaan yang lebih serius. 
  • Meskipun anak menyukai makanan cepat saji atau makanan olahan, sebaiknya hentikan dulu selama anak masih diare. Makanan cepat saji mengandung nutrisi yang kurang. Makanan ini juga bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius apalagi jika dikonsumsi secara terus menerus. 
  • Buah yang diberikan dalam bentuk jus juga sebaiknya tidak diberikan ke anak. Meski kaya akan nutrisi, jus buah hanya akan membuat feses anak makin cair. Diare pun bisa makin parah. 
  • Susu dan produk olahannya sebaiknya tidak diberikan ke anak saat diare. Susu dan produk olahannya bisa memperparah diare yang ada. 
  • Sayuran dan buah yang mengandung gas seperti brokoli, kubis, kembang kol, polong, jagung dan buah beri sebaiknya juga tidak diberikan ke anak. 
  • Aneka makanan dan minuman mengandung kafein serta soda bisa memperparah masalah pencernaan anak selama diare. Harap tidak memberikannya ke anak sata ia diare ya Mom. 


Jika saat diare anak mengalami gejala tertentu seperti demam, mual, muntah, lemas, tidak fokus dan kehilangan nafsu makan, jangan tunggu lama untuk membawanya ke dokter atau klinik terdekat. Hindari menganggap remeh diare yang terjadi pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Tahap Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun, Apa yang akan terjadi? | trusbertumbuh

trusbertumbuh

 


Tahap perkembangan kedua terjadi saat anak berusia 6-12 tahun. Pada usia sekolah dasar ini, ada sejumlah perubahan yang terjadi dalam tumbuh kembang anak. Kalau di tahap perkembangan pertama, anak mengembangkan kemandirian fisik dan biologisnya, maka di tahap perkembangan kedua ini ada aspek lain yang berubah.

Mengutip buku The Montessori Toddler, pada tahap perkembangan kedua ini anak akan mengembangkan kemandirian mental mereka. Anak akan terdorong untuk mengetahui segalanya dan mengeksplorasi alasan di balik berbagai hal. Selengkapnya, berikut ini rangkuman tentang hal-hal yang terjadi di tahap perkembangan anak usia sekolah dasar.


Tidak Lagi Sekadar Menyerap Informasi

Di usia sekolah dasar, anak tidak akan sekadar menyerap informasi. Mereka mempunya rasa penasaran dan ingin tahu yang lebih besar. Mereka pun makin suka mengeksplorasi alasan di balik berbagai hal.


Mengembangkan Kesadaran Moral

Anak-anak mulai mengembangkan pemikiran mandiri tentang dunia di sekeliling mereka. Mereka makin mengembangkan kesadaran moral. Mereka mulai lebih peka membedakan mana yang salah dan benar atau mana yang adil dan tidak. Dengan kata lain, mereka mulai mengeksplorasi area abu-abu.


Mengeksplorasi Dunia dengan Imajinasi

Anak-anak mulai memiliki kemampuan memahami sejarah dan memproyeksikan ide ke masa depan. Mereka mulai aktif mengeksplorasi dunia dengan imajinasi mereka. Anak-anak juga makin suka bekerja dalam kelompok karena mereka sudah memasuki usia kolaboratif.


Mulai Memahami Batasan

Apabila di tahap perkembangan pertama (usia 0-6 tahun), anak sudah diarahkan soal batasan-batasan yang jelas, maka di tahap perkembangan kedua ini anak bisa lebih memahami batasan yang ada. Anak-anak bisa lebih stabil di periode ini.


Kemandirian Mental Lebih Baik

Jika di tahap perkembangan pertama, diibaratkan kita menanam benih maka di tahap perkembangan kedua, batangnya sudah tumbuh lebih tinggi dan kuat. Di usia sekolah dasar, kemandirian mental anak sudah lebih baik dari sebelumnya. Kemampuannya beralih dari pembelajaran konkret ke abstrak juga lebih bagus.


Itu tadi beberapa aspek penting yang perlu diketahui tentang tahap perkembangan anak usia sekolah dasar. Semoga bisa jadi tambahan informasi yang bermanfaat, ya.